http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5349
Rabu, 21 Maret 2012 , 17:52:00
Massa Tuntut Referendum
Massa KNPB Wilayah Baliem saat membentangkan spanduk bertuliskan penolakan kedatangan Sekjen PBB di Indonesia dan menuntut Referendum di halaman Kantor DPRD Jayawijaya, Selasa (20/3)
WAMENA- Sekitar 200 orang yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Baliem Selasa, (20/3) siang kemarin, melakukan demonstrasi di depan halaman Kantor DPRD Jayawijaya. Demo tersebut menolak kedatangan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon ke Indonesia, dan menuntut agar PBB segera menyelesaikan status politik bangsa Papua Barat yang telah diintegrasikan ke wilayah NKRI melalui Pepera 1969.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, demo yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, terlihat massa melakukan orasi sambil membentangkan beberapa spanduk dan pamplet yang bertulikan tuntutan berbunyi: "Rakyat Papua Menolak kedatangan Sekjen PBB di Indonesia,PBB bertanggung jawab atas pencaplokan wilayah Papua Barat ke dalam NKRI melalui Pepera 1969 cacat hukum internasional dan tidak Demokrasi, Referendum Solusi terbaik Bagi Bangsa Papua barat, Papua Zona darurat militer PBB segera membetuk tim independen untuk tujuan investigasi" serta sejumlah tuntutan lainnya.
Penanggung jawab Demo KNPB Wilayah Baliem Jefri Matuan dalam orasinya mengatakan negara Amerika Serikat, Belanda dan Indonesia harus bertanggung jawab atas pencaplokan wilayah Papua Barat melalui penentuan pendapat rakyat (Pepera yang menurut rakyat Papua telah direkayasa oleh tiga negara tersebut dalam memainkan kepentingan politiknya.
"Atas nama rakyat bagsa Papua Barat mulai dari Sorong hingga Samarai menuntut di kembalikannya wilayah kami yang telah di caplok masuk ke wilyah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami desak negera –negara yang tergabung dalam perserikatan bangsa-bangsa (PBB) segera menlihat persolan bangsa Papua Barat, kami hanya ingin referendum untuk menentukan nasib kami sendiri,"ungkapnya dalam orasinya.
Setelah melakukan orasi, massa kemudian menyerahkan pernyataan sikap mereka kepada Wakil Ketua I DPRD Jayawijaya, Regina W. Haluk beserta para anggota DPRD yang menemui massa. Setelah menyerahkan aspirasi tersebut massa kemudian membubarkan diri secara tertib.(ben/nan)
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
