Thursday, March 22, 2012

[inti-net] Massa Tuntut Referendum

 

http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5349

Rabu, 21 Maret 2012 , 17:52:00

Massa Tuntut Referendum

Massa KNPB Wilayah Baliem saat membentangkan spanduk bertuliskan penolakan kedatangan Sekjen PBB di Indonesia dan menuntut Referendum di halaman Kantor DPRD Jayawijaya, Selasa (20/3)
WAMENA- Sekitar 200 orang yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Baliem Selasa, (20/3) siang kemarin, melakukan demonstrasi di depan halaman Kantor DPRD Jayawijaya. Demo tersebut menolak kedatangan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon ke Indonesia, dan menuntut agar PBB segera menyelesaikan status politik bangsa Papua Barat yang telah diintegrasikan ke wilayah NKRI melalui Pepera 1969.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, demo yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, terlihat massa melakukan orasi sambil membentangkan beberapa spanduk dan pamplet yang bertulikan tuntutan berbunyi: "Rakyat Papua Menolak kedatangan Sekjen PBB di Indonesia,PBB bertanggung jawab atas pencaplokan wilayah Papua Barat ke dalam NKRI melalui Pepera 1969 cacat hukum internasional dan tidak Demokrasi, Referendum Solusi terbaik Bagi Bangsa Papua barat, Papua Zona darurat militer PBB segera membetuk tim independen untuk tujuan investigasi" serta sejumlah tuntutan lainnya.
Penanggung jawab Demo KNPB Wilayah Baliem Jefri Matuan dalam orasinya mengatakan negara Amerika Serikat, Belanda dan Indonesia harus bertanggung jawab atas pencaplokan wilayah Papua Barat melalui penentuan pendapat rakyat (Pepera yang menurut rakyat Papua telah direkayasa oleh tiga negara tersebut dalam memainkan kepentingan politiknya.

"Atas nama rakyat bagsa Papua Barat mulai dari Sorong hingga Samarai menuntut di kembalikannya wilayah kami yang telah di caplok masuk ke wilyah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami desak negera –negara yang tergabung dalam perserikatan bangsa-bangsa (PBB) segera menlihat persolan bangsa Papua Barat, kami hanya ingin referendum untuk menentukan nasib kami sendiri,"ungkapnya dalam orasinya.
Setelah melakukan orasi, massa kemudian menyerahkan pernyataan sikap mereka kepada Wakil Ketua I DPRD Jayawijaya, Regina W. Haluk beserta para anggota DPRD yang menemui massa. Setelah menyerahkan aspirasi tersebut massa kemudian membubarkan diri secara tertib.(ben/nan)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Madagascar mystery of how small group of Indonesian women colonised island

 

http://www.smh.com.au/world/madagascar-mystery-of-how-small-group-of-indonesian-women-colonised-island-20120321-1vkbn.html

Madagascar mystery of how small group of Indonesian women colonised island
March 22, 2012
a..

Evidence of early settlement includes the discovery of Indonesian outrigger boats which may have made the Madagascar coastline easier to access. Photo: AP

PARIS: Madagascar was colonised by a few dozen Indonesian women 1200 years ago, according to scientists who have probed one of the strangest episodes in the human odyssey.

Anthropologists are fascinated by Madagascar, for the island remained aloof from mankind's conquest of the planet for thousands of years. It then became settled by mainland Africans and Indonesians, whose home was 8000 kilometres away.

A team led by the molecular biologist Murray Cox of New Zealand's Massey University delved into DNA for clues to explain the migration riddle.

Advertisement: Story continues below
They looked for markers handed down in chromosomes through the maternal line, in DNA samples offered by 266 people from three ethnic Malagasy groups.

Twenty-two per cent of the samples had a local variant of the ''Polynesian motif'', a tiny genetic characteristic that is found among Polynesians, but rarely in western Indonesia. In one Malagasy ethnic group, one in two of the samples had this marker.

If the samples are right, around 30 Indonesian women founded the Malagasy population ''with a much smaller, but just as important, biological contribution from Africa'', it says.

The study focused on mitrochondrial DNA, which is transmitted only through the mother, so it does not exclude the possibility that Indonesian men also arrived with the first women.

Computer simulations suggest the settlement began around AD830, around the time Indonesian trading networks expanded under the Srivijaya Empire of Sumatra.

The investigation points to other contributions from south-east Asia.

Linguistically, Madagascar's inhabitants speak dialects of a language that traces its origins to Indonesia. Most of the lexicon comes from Ma'anyan, a language spoken along the Barito River valley of south-eastern Borneo, a remote, inland region, with a smattering of words from Javanese, Malay or Sanskrit.

Other evidence of early Indonesian settlement comes in the discovery of outrigger boats, iron tools, musical instruments such as the xylophone and a ''tropical food kit'', the cultivation of rice, bananas, yams and taro brought in from across the ocean.

How the 30 women got across the Indian Ocean to Madagascar is a big question.

One theory is that they came on trading ships, although no evidence has been found that women boarded long-distance merchant vessels in Indonesia.

Another idea is that Madagascar was settled as a formal trading colony, or perhaps as an ad hoc centre for refugees who had lost land and power during the expansion of the Srivijayan Empire.

Yet a third - and more intrepid - hypothesis is that the women were on a boat that made an accidental oceanic voyage. That notion is supported by seafaring simulations using ocean currents and monsoon weather patterns, Cox's team says.

The study appears in the British journal Proceedings of the Royal Society B.

Agence France-Presse

Read more: http://www.smh.com.au/world/madagascar-mystery-of-how-small-group-of-indonesian-women-colonised-island-20120321-1vkbn.html#ixzz1ptKcUG9I

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Kekerasan Atas Nama Agama akibat Pusat Lemah

 

Ref: Pusat lemah dalam mempertinggi kehidupan rakyat, tetapi sangat kuat dengan korupsi dan oleh karena itu dikirim pasukan berbendera agama untuk melemahkan rakyat agar tidak menutut keadilan demi kehidupan memada. Apa keuntungan bagi rakyat dengan adanya NKRI?

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/03/22/307314/289/101/Kekerasan-Atas-Nama-Agama-akibat-Pusat-Lemah

Kekerasan Atas Nama Agama akibat Pusat Lemah
Penulis : Ardi Teristi Hardi
Kamis, 22 Maret 2012 01:01 WIB
ANTARA/Regina Safri/sa
a.. YOGYAKARTA--MICOM: Pusat Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious and Cross-cultural Studies-CRCS) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada merilis laporan tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia pada 2011.

Dalam laporan tersebut disimpulkan, kehidupan beragama pada 2011 tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, termasuk munculnya kekerasan yang mengatasnamakan agama. Dari penelitian mereka, dua hal utama dan kerap menjadi masalah tetap adalah penodaan dan penyimpangan agama dan rumah ibadah.

Kedua hal tersebut menjadi isu utama karena tidak hanya tahun 2011, beberapa tahun sebelumnya konflik-konflik di seputar isu itu kerap berubah menjadi kekerasan yang tidak tertangani dengan baik.

Suhadi Cholil, selaku Dosen CRCS UGM, mengungkapkan, CRCS mencatat ada 7 kasus tuduhan penodaan agama (ajaran sesat) di luar kasus Ahmadiyah.

Untuk kasus Ahmadiyah, mereka menghitung 20 aksi kekerasan terhadap komunitas tersebut sepanjang Januari-Agustus 2011. Aksi tersebut termasuk penyerbuan dan perusakan rumah, pembongkaran masjid, pembakaran buku-buku, pemukulan, penyerangan, pembunuhan, dan pembokaran makam pengikut Ahmadiyah. (OL-11)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] BBM Naik, Maluku Kian Miskin

 

Ref: Kalau demikian halnya, tinggal tunggu punah masyarakatnya saja.

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=37523

JUMAT, 22 Maret 2012 | 169 Hits

BBM Naik, Maluku Kian Miskin

Jakarta, AE.- Pengamat Ekonomi dari Universitas Hasanudin, Syarkawi Rauf mengatakan, daerah yang paling menanggung beban kenaikan bahan bakar minyak (BBM) adalah Provinsi Maluku.

Selain itu, Papua dan Papua Barat. Alasannya, penduduk wilayah tersebut termiskin di Indonesia.

Demikian disampaikan Syarkawi Rauf, saat Diskusi Ekonomi Fajar Media Center (FMC) yang digelar di Graha Lembang Sembilan Jakarta, kemarin. Selain Syarkawi, turut hadir Komisaris PT Media Fajar yang juga Wakil Ketua Kadin dan Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, Mustafa Kufung (Koordinator FMC), serta Nur Hayat (Kepala Perwakilan FAJAR Jakarta).

"Maluku adalah wilayah yang paling menanggung kenaikan BBM. Papua dan Papua barat juga demikian. Tapi tentu yang paling merasakan adalah Maluku, selain karena merupakan wilayah kepulauan yang memerlukan biaya tinggi, tentu kondisi daerahnya berbeda dengan Papua dan Pupua Barat yang merupakan wilayah tambang," tandas Syarkawi.

Dia menjelaskan, meskipun saat ini Maluku memiliki ladang minyak abadi, yakni Blok Masela, namun bukan berarti minyak di wilayah tersebut akan murah. Karena regulasi mengatur perminyakan di Indonesia tidak memungkinkan itu.

Misalkan soal Migas regulasinya yang mengendalikan adalah pemerintah pusat, mulai dari proses penelitian ladang minyak tersebut. Sampai pada tender, dan eksplorasi. Sama halnya dengan Indonesia secara umum, meski negara ini termasuk penghasil minyak, namun minyak tidak akan murah di Indonesia.

Banyak alasannya yang melatari hal tersebut. Karena itu, kata dia, pemerintah tidak boleh lagi menggantungkan sumber energi Indonesia pada BBM. Pemerintah harus mencari sumber energi alternatif.

Syarkawi menjelaskan, ladang-ladang minyak Indonesia sangat terbatas. Namun tingkat produksi minyak Indonesia saat ini sebut Syarkawi, masih sama pada 1978 lalu, sekitar 1,2 juta barel. Pada 1978 kata Syarkawi, penduduk Indonesia masih 130 juta kepala.

"Sekarang dengan produksi yang sama dan penduduk yang bertambah, membuat status kita beralih dari pengekspor minyak menjadi pengimpor minyak, " jelasnya.

Karena itu, Indonesia tidak boleh terlalu bergantung kepada BBM. Negeri ini sebut dia, sangat kaya dengan sumber energi alternatif selain BBM. Hanya saja, peneliti terkadang kesulitan melakukan penelitian pengembangan energi alternatif. Persoalannya, dana penelitian yang dialokasikan pemerintah ke lembaga penelitian, masih sangat kecil. Anggaran penelitian sebut Syarkawi, hanya sekitar 0,5 persen dari GDP. Jadinya mengimpor lagi teknologi dari luar yang sudah jadi.

Padahal, Indonesia memiliki sumber energi alternatif seperti, matahari untuk solar cell, juga kaya akan tumbuhan yang bisa jadi biofuel. "Tapi lagi-lagi kita harus terbentur pada persoalan anggaran," jelasnya.

Langkah lainnya sebut Syarkawi adalah mengendalikan demand BBM. Pengendalian demand sebut dia, dilakukan dengan menggalakkan transportasi massal. Tapi ini juga harus bekerja keras, sebab catatan masyarakat transportasi, penggunaan transportasi massal seperti kereta api di dunia, yang paling rendah adalah Indonesia. "Harus ada transportasi publik yang nyaman di kota-kota besar. Ini untuk mengalihkan masyarakat, dari transportasi pribadi ke transportasi publik," pungkas Chief Economist BNI Wilayah Makassar itu.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

Fw: [inti-net] Bukan 350 Tahun Dijajah

 

BETUL, 350 tahun dijajah.

Menghitung penjajahan Belanda jangan hanya melihat kerajaan-kerajaan yang tidak dikuasai Belanda tapi harus melihat kenyataan bahwa seluruh penduduk Nusantara ada dalam kekuasaan kaum penjajah Belanda. Meskipun ada beberapa kerajaan di Nusantara disebutkan sebagai "tidak"tersentuh oleh kaum penjajah tapi apakah bisa bebas bergerak ke seluruh wilayah Nusantara yang dikuasai Belanda?. Kalau hanya bisa bergerak di sekitar pantai sendiri, itu namanya bukan merdeka tapi juga terjajah. Penduduk yang bebas merdeka adalah penduduk yang bebas bergerak di seluruh wilayah perairan dan udaranya sendiri tanpa kontrol negeri asing yang manapun. Apakah Palestina itu sebuah negara merdeka dalam keadaan masih ada wilayah mereka yang masih dijajah Israel?. Kalau Palestina sudah merasa merdeka dan bebas dari jajahan Israel untuk apa mereka berjuang dengan darah dan tulang hingga sekarang ini?. Begitu pula Nusantara, selama 350 tahun seluruh penduduknya tidak bebas dari jajahan kekuasaan Belanda betapapun kekuasan itu tidak merata secara 100 persen. Seluruh kerajaan yang berada di wilayah Nusantara ada dalam kontrol kaum penjajah Belanda yang langsung maupun tidak langsung dan tidak ada satu kerajaanpun yang bisa bergerak bebas berdagang atau mengadakan hubungan dengan dunia luar tanpa kontrol kaum penjajah Belanda.

OTAK kolonialisme lama yang masih bercokol dalam sementara orang-orang Belanda maupun di kalangan penguasa mereka masih selalu berusaha untuk mereduksi sejarah kelam atau kekejaman serta kebiadaban kaum penjajah nenek moyang mereka di masa lalu termasuk usaha mengurangi secara radikal jumlah waktu penjajajahan atau perampokan mereka dari 350 tahun menjadi hanya 40 tahun dan bila impian itu berhasil maka yang 40 tahun itu akan dibikin menjadi NIHIL: Belanda tidak pernah menjajah Nusantara! Moi zo! Ben je tevreden Jochie? Bikin buku tidak sulit asal punnya uang dan berani menipu. Tidak percaya? Tanya saja sama John Roosa atau Putu Oka Sukanta.
ASAHAN.

----- Original Message -----
From: Sunny
To: Undisclosed-Recipient:;
Sent: Thursday, March 22, 2012 10:25 AM
Subject: [inti-net] Bukan 350 Tahun Dijajah

Inilah Buku Kobam yang Dinanti!
Masa INDENT tinggal 5 hari lagi
(s/d 26 Maret 2012)
Bukan 350 Tahun Dijajah
karya
G.J. Resink
424 hlm / 15,5 x 24 cm / April 2012

Diskon 25%
Rp 110.000
Rp 82.500

***

Siapa bilang Indonesia dijajah 350 tahun? Bohong. Mitos belaka. Melalui buku ini GJ Resink sebagai sejarawan sekaligus penyair dan ahli hukum memaparkan bukti-bukti betapa semua itu kontruksi politik kolonial. Kebohongan 350 tahun dijajah dipopulerkan politisi Belanda, tetapi menjadi sangat dipercaya sebagai kebenaran sejarah ketika Sukarno kerap menggunakannya dalam pidato-pidato politik. Lantas para sejarawan dan celakanya pemerintah yang melalui kurikulum pelajaran di sekolah-sekolah akhirnya menjadikan mitos 350 tahun dijajah diterima dan tertanam sebagai kebenaran absolut di masyarakat.
Dalam buku ini Resink memberikan bukti-bukti kuat yang menggambarkan betapa banyak kerajaan-kerajaan dan negeri-negeri di Indonesia yang belum takluk dan di bawah cengkeraman tangan besi hukum kolonial Negara Hindia Belanda sampai abad ke-20. Resink siap dengan segudang sumber, terutama detail fakta hukum yang membuat argumennya bukan saja fokus dan kukuh tetapi juga punya vitalitas dalam memperlihatkan wilayah-wilayah Indonesia yang berdaulat selama kekuatan kolonial bercokol. Hitungan Resink, paling Hindia Belanda sebagai negara hanya ada selama 40 tahun, tetapi usahanya untuk menyatukan seluruh wilayah dan membentuk Negara Hindia Belanda – kemudian menjadi Republik Indonesia – benar-benar selama 350 tahun.

***

Pesan bukunya dan dapatkan buku lainnya dengan
HARGA CUCI GUDANG
di bawah ini:
Sumpah Pemuda
Rp 30.000
Rp 10.000
dan/atau
Hiroshima;
Ketika Bom Dijatuhkan
Rp 40.000
Rp 10.000
Segera daftarkan diri Anda dalam
program indent buku ini
Hanya di Komunitas Bambu

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Bukan 350 Tahun Dijajah

 


Inilah Buku Kobam yang Dinanti!
Masa INDENT tinggal 5 hari lagi
(s/d 26 Maret 2012)
Bukan 350 Tahun Dijajah
karya
G.J. Resink
424 hlm / 15,5 x 24 cm / April 2012

Diskon 25%
Rp 110.000
Rp 82.500

***

Siapa bilang Indonesia dijajah 350 tahun? Bohong. Mitos belaka. Melalui buku ini GJ Resink sebagai sejarawan sekaligus penyair dan ahli hukum memaparkan bukti-bukti betapa semua itu kontruksi politik kolonial. Kebohongan 350 tahun dijajah dipopulerkan politisi Belanda, tetapi menjadi sangat dipercaya sebagai kebenaran sejarah ketika Sukarno kerap menggunakannya dalam pidato-pidato politik. Lantas para sejarawan dan celakanya pemerintah yang melalui kurikulum pelajaran di sekolah-sekolah akhirnya menjadikan mitos 350 tahun dijajah diterima dan tertanam sebagai kebenaran absolut di masyarakat.
Dalam buku ini Resink memberikan bukti-bukti kuat yang menggambarkan betapa banyak kerajaan-kerajaan dan negeri-negeri di Indonesia yang belum takluk dan di bawah cengkeraman tangan besi hukum kolonial Negara Hindia Belanda sampai abad ke-20. Resink siap dengan segudang sumber, terutama detail fakta hukum yang membuat argumennya bukan saja fokus dan kukuh tetapi juga punya vitalitas dalam memperlihatkan wilayah-wilayah Indonesia yang berdaulat selama kekuatan kolonial bercokol. Hitungan Resink, paling Hindia Belanda sebagai negara hanya ada selama 40 tahun, tetapi usahanya untuk menyatukan seluruh wilayah dan membentuk Negara Hindia Belanda – kemudian menjadi Republik Indonesia – benar-benar selama 350 tahun.

***

Pesan bukunya dan dapatkan buku lainnya dengan
HARGA CUCI GUDANG
di bawah ini:
Sumpah Pemuda
Rp 30.000
Rp 10.000
dan/atau
Hiroshima;
Ketika Bom Dijatuhkan
Rp 40.000
Rp 10.000
Segera daftarkan diri Anda dalam
program indent buku ini
Hanya di Komunitas Bambu

Buku indent ini mulai tersebar di toko-toko buku pada April 2012.
Sertakan nama lengkap, alamat lengkap, dan nomor kontak pada e-mail/SMS pesanan Anda.
Tersedia jasa antar untuk wilayah DKI Jakarta atau paket pos untuk wilayah luar DKI Jakarta.
"MABOK Buku Dengan KOBAM!"
Komunitas Bambu
Jl. Pala 4 B Beji Timur Depok 16422
Telp/Fax: 021-7720 6987
SMS Pesanan: 0813 8543 0505
E-mail Pesanan: komunitasbambupemasaran@yahoo.com
Website: www.komunitasbambu.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Bom Meledak di KBRI Paris Saat Penyergapan Tersangka Penembakan Yahudi

 

http://us.news.detik.com/read/2012/03/21/140139/1873343/1148/?991104topnews

Bom Meledak di KBRI Paris Saat Penyergapan Tersangka Penembakan Yahudi
Rita Uli Hutapea - detikNews

Rabu, 21/03/2012 14:01 WIB
Foto: AFP
Paris, Sebuah paket berisi bom meledak di luar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis. Insiden ini terjadi di tengah berlangsungnya penyergapan aparat kepolisian Prancis terhadap sebuah rumah di Kota Toulouse. Tersangka penembakan sekolah Yahudi diduga bersembunyi di rumah tersebut. Pria tersebut mengaku sebagai anggota Al-Qaeda.

Belum diketahui apakah pengepungan yang masih berlangsung tersebut ada kaitannya dengan ledakan bom di luar KBRI tersebut. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut.

Kepolisian setempat mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/3/2012), bom yang meledak pada Rabu sekitar pukul 05.45 waktu setempat itu menyebabkan sejumlah kerusakan.

Saksi mata menuturkan, tiga pria meletakkan sebuah paket di dekat gedung KBRI yang berlokasi di sebelah barat Paris tersebut. Seseorang kemudian melihat bungkusan tersebut dan memindahkannya ke tempat lain berjarak sekitar 10 meter.

Bom tersebut meledak beberapa menit kemudian dan menimbulkan kerusakan dalam radius 50 meter. Aparat polisi Paris tengah berada di lokasi kejadian.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Warga Bentrok Soal Patung

 

Ref: Barangkali yang bentrok ini lupa bahwa Pak Harto yang jago KKN ditanam tubuhnya di musoleum. Bukan saja manusia seperti Pak Harto mendapat penghargaan, tetapi singa binatang buas pun dijadikan lambang negara, sama halnya dengan burung garuda yang buas dipakai menjadi lambang NKRI. Jadi tak usah repot dengan patung gubernur, biar saja ada patungnya supaya yang melihat akan selalu akan ingat kepada ZA Paragalam adalah setimpal denga Pak Harto dan semoga diperoleh inspirasi tidak akan melakukan hal-hal seperti yang dilakukan oleh kedua oknom petinggi tsb.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/21/ArticleHtmls/Warga-Bentrok-Soal-Patung-21032012009003.shtml?Mode=0

Warga Bentrok Soal Patung

KALIANDA

Patung orang tua gubernur Lampung dianggap simbol nepotisme.

Ribuan orang terlibat perselisihan tentang keberadaan patung Zainal Abidin Pagaralam di Jalan Lintas Sumatera Kalianda, Lampung Selatan, kemarin. Massa terlibat aksi saling lempar batu, yang menyebabkan sejumlah orang terluka.
"Sangat disayangkan bentrokan terjadi karena polisi sudah mengamankan aksi unjuk rasa dengan baik,"kata Zailani, koordinator aksi penentang keberadaan patung itu, kemarin.

Aksi menjadi ricuh setelah tiba-tiba ribuan pendukung Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza, cucu Zainal Abidin Pagaralam, mendatangi pengunjuk

rasa. Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Peduli Pembangunan marah karena massa penentang patung melempari patung setinggi 10 meter di tepi Jalan Lintas Sumatera itu. Mereka langsung membalas ulah massa yang digerakkan oleh Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi itu dengan lemparan batu.
Ratusan anggota Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Lampung dan Kepolisian Resor Lampung Selatan sempat terjebak aksi saling lempar batu itu.

Sejumlah polisi sempat terkena lemparan batu. Polisi kemudian menembakkan gas air mata ke kerumunan orang.

Massa yang menolak pembangunan patung beralasan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tidak memiliki skala prioritas dan tidak sensitif terhadap

penderitaan rakyat. Patung yang terbuat dari perunggu itu juga dianggap simbol nepotisme di Lampung Selatan. "Masih banyak tokoh dan pahlawan di Lampung Selatan, seperti Radin Inten II, yang jejaknya terbukti memperjuangkan kemerdekaan,"katanya.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Lampung Selatan Hendri Dunan mengatakan penentang pembangunan patung Zainal Abidin Pagaralam adalah massa antipembangunan. Pembangunan patung, kata dia, telah melalui tahapan yang panjang sehingga merasa perlu Zainal Abidin Pagaralam dibuat monumen.

"Dia merupakan bupati pertama di Lampung Selatan dan menciptakan dasar-dasar pembangunan," kata Hendri Dunan saat berorasi di hadapan ribuan pendukung pembangunan patung.

Kepala Polres Lampung Selatan Ajun Komisaris Besar Harri Muharram menyayangkan terjadinya bentrokan itu. Dia meminta pejabat dan wakil rakyat menemui peserta aksi agar tidak ada gejolak. "Pejabat dan wakil rakyat harus bahu-membahu menciptakan ketertiban dan suasana kondusif,"katanya di lokasi bentrok.

Bentrokan itu menyebabkan Jalan Lintas Sumatera Bandar Lampung-Bakauheni ditutup selama dua jam. Selain itu, belasan sepeda motor dan kendaraan roda empat ikut dirusak massa. Bentrokan berakhir setelah polisi menghalau massa penentang patung.

NUROCHMAN ARRAZIE


[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Teroris Incar Kafe di Bali sebagai Sasaran Bom

 

Ref: Siapa saja pelindung mereka yang disebut teroris ini? Dua tahun lalu disiarkan berita bahwa teroris berlatih di Aceh ditangkap. Tetapi mereka bukan orang Aceh, mereka berasal dari pulau Jawa. Begitupun senjata mereka didatangkan dari sana. Hingga kini tidak ada berita bahwa mereka dihadapkan ke pengadilan.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/21/ArticleHtmls/Teroris-Incar-Kafe-di-Bali-sebagai-Sasaran-Bom-21032012007009.shtml?Mode=0

Teroris Incar Kafe di Bali sebagai Sasaran Bom
JAKARTA

"Aksi polisi berpotensi melanggar HAM."

Juru bicara Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, mengungkapkan para terduga teroris di Bali diduga menyasar sebuah kafe di Kota Denpasar, Bali, sebagai target pengeboman. Hal ini diketahui polisi berdasarkan data observasi teroris yang diperoleh penyidik saat memata-matai kelompok tersebut.
"Mereka melakukan survei ke sebuah kafe, mungkin sebagai target selanjutnya setelah pelaksanaan rencana perampokan di sejumlah toko emas dan money changer," kata Saud di kantornya kemarin. Dia enggan menyebutkan nama kafe yang menjadi target bom itu.

Polisi menyatakan para tersangka diduga akan melakukan perampokan di PT Bali Money Changer, di Jalan Sriwijaya, Kuta, dan toko emas di Jalan Uluwatu, Jimbaran.
Aksi perampokan diduga untuk pendanaan aktivitas teroris yang sudah direncanakan dilakukan di Bali.

Namun mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri itu menyatakan kepolisian tidak menemukan denah sasaran kelompok ini. Karena itu, kepolisian belum bisa menyimpulkan tujuan dan target utama kelompok yang diduga terkait dengan perampok Bank CIMB Medan tersebut.

Ahad lalu, kepolisian menembak kelompok teroris di dua lokasi di Denpasar. Lima orang terduga teroris tewas di tempat. Hn, 32 tahun, asal Bandung, dan Ag, 30 tahun, asal Bali, dibekuk di Jalan Gunung Soputan, Denpasar.

Adapun UH alias Kapten, Dd, 27 tahun, asal Bandung, dan M, 30 tahun, asal Makassar, ditembak di Jalan Danau Poso, Sanur.

Tersangka, menurut Saud, saat hendak ditangkap melakukan perlawanan dengan senjata api. Sebagai bukti, di sita 2 pucuk senjata api, 2 magasin, 48 butir peluru kaliber 9 milimeter, dan cebo penutup wajah.

Wakil Ketua Komisi Nasio nal Hak Asasi Manusia Ridha Saleh menilai penembakan lima tersangka terorisme di Bali itu berpotensi melanggar HAM. Apalagi status mereka baru tersangka. Karena itu, Komisi akan melakukan monitoring dan kajian atas peristiwa itu.

Penembakan oleh Densus 88, kata dia, dapat dikatakan sebagai pembunuhan di luar kewenangan hukum. "Pada prinsipnya, tidak diperbolehkan ada pengambilan nyawa oleh aparat, kecuali telah ada putusan akhir dan telah diberi kewenangan eksekusi," ujarnya kemarin.

Seharusnya, kata Ridha, tem bak-menembak tersebut dapat dihindari. Kalau bisa ditangkap hidup-hidup, akan banyak informasi yang bisa digali dari tersangka.
Anggota Komisi Hukum DPR, Aboe Bakar al-Habsyi, menyatakan hal serupa. Dia khawatir penembakan seperti ini akan jadi kebiasaan dan menjadi alasan polisi menutupi kesalahan di lapangan.

"Kalau salah tembak, mereka langsung bilang korban adalah teroris sebagai bentuk pembenaran. Ini kan enggak benar," ujarnya.
Saud membantah tudingan polisi melanggar HAM.
"Silakan saja buktikan kalau kami melanggar HAM," katanya. "Kalau sampai mati, itu risiko lain dalam proses pelumpuhan," ujarnya. FRANSISCO ROSARIANS | IRA GUSLINA SUFA | RAFIKA AULIA I AGUSSUP

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___